Selasa, 18 November 2008

Proses Instalasi Windows Vista

Seperti halnya Windows XP aau Windows versi lainnya, proses instalasinya sangat mudah. Begitu juga dengan Windows Vista. Proses instalasi Windows Vista jauh lebih mudah. Pada proses instalasi ini Anda bisa langsung melakukan boot dari DVD dan langsung memformat harddisk Anda, kemudian proses instalasi terus dilaksanakan. Anda juga bisa dengan cara mengupgrade apabila sebelumnya sudah menggunakan Windows versi sebelumnya, misalnya Windows XP Professional.

Kalau proses instalasi dengan cara mengupgrade maka setelah Anda memasukkan master Windows Vista ke dalam drive DVD atau CD, maka segera tampil pilihan untuk melakukan instalasi. Dalam hal ini Anda tinggal menekan tombol Instal Now.

Selanjutnya dari tayangan tersebut Anda tinggal menunggu sehingga proses instalasi langsung dilaksanakan. Pada saat instalasi ini Anda hanya sesekali menekan tombol Next dan memasukkan CD-Key yang Anda miliki. Setelah proses instalasi selesai Anda diminta untuk melakukan activasi melalui Internet. Setelah melakukan activasi Windows Vista sudah siap digunakan.Publish

Menjalankan WIndows Vista

Untuk memulai Microsoft Windows Vista tekan tombol power di komputer dan di monitor. Setelah itu biarkan program bekerja. Tampilan awal sebelum Anda melakukan perubahan, Windows Vista akan menampilkan Welcome Center. Tampilan ini menjelaskan dan menampilkan hardware dan system yang Anda gunakan. Selain itu pada tampilan ini menampilkan fasilitas apabila Anda akan menambah hardware baru berupa Setup Device, fasilitas untuk menambah Account baru dan fasilitas untuk Transfer file dan setting.

  1. Untuk mengetahui beberapa fasilitas yang disediakan Microsoft Windows Vista terutama yang berhubungan dengan multimedia Anda bisa menjalankan Media Center. Langkah yang harus Anda lakukan adalah sebagai berikut:
  2. Klik Start
  3. Klik Media Center
  4. Klik Next untuk melanjutkan setup Media Center
  5. Klik lagi Next
  6. Kalau computer Anda memiliki koneksi Wireles Anda piloih Yes, tetapi kalau tidak pilih No lalu klik Next untuk melanjutkan
  7. Pada tampilan Internet Connection dan "Always on" Internet Connection" Anda pilih Yes atau No tergantung koneksi Internet yang Anda gunakan
  8. Klik Next untuk melanjutkan
  9. Pilih salah satu koneksi yang tampil, misalnya Internet, Internet Media Center atau lainnya
  10. Klik Next untuk melanjutkan
  11. Pada tampilan Enter Your DialUp Password, maskkan password Anda di kolom password, misalnya admin001
  12. Ketikkan sekali lagi password Anda, mialnya admin001
  13. Klik Next untuk melanjutkan
  14. Klik Test untuk mencoba sambungan koneksi. Jika tidak ada koneksi maka komputer akan

Catatan: Untuk memanfaatkan fasilitas ini sebaiknya computer Anda terkoneksi ke jaringan Internet. Namun demikian Anda juga tetap bisa memanfaatkan fasilitas ini walaupun tidak terkoneksi hanya sangat terbatas.

  1. Jika komputer Anda tidak terkoneksi ke jaringan Internet,maka akan tampil pernyataan DialUp failed.
  2. Klik saja Next untuk melanjutkan
  3. Klik lagi Next
  4. Kemudian pada tampilan Help Improve Media Center Anda pilih No Thank You, lalu klik Next lagi
  5. Klik Yes
  6. Klik Next, dan klik Next lagi
  7. Klik I'm finished dan klik Next
  8. Lalu klik Finish untuk mengakhirinya

Mengakhiri Windows Vista

Untuk mengakhiri Microsoft Windows Vista prosedur yang harus Anda lakukan adalah sebagai berikut:

  1. Klik Start.
  2. Klik salah satu pilihan yang tersedia
  3. Dalam keadaan ini ada tiga pilihan yang akan ditampilkan program, Switch User, Log Off, Lock, Shut Down dan Restart

Fitur Baru Microsoft Office 2007

Microsoft Office 2007 merupakan pengembangan dari Microsoft Office 2003 yang sudah teruji kemampuan dan kehandalannya sebagai aplikasi perkantoran yang tidak ada duanya. Penampilan Office 2007 sungguh diluar dugaan, pada versi terbarunya ini Microsoft merobak total dan tidak sedikitpun menyisakan penampilan Office yang ada pada versi sebelumnya. Semua tampilannya hampir tidak mencerminkan Microsoft Office yang penuh dengan menu dan sub menu yang merepotkan.

Memang perintah-perintah yang ada di di Office 2002 maupun di Office 2003 masih bisa digunakan. Namun kali ini Microsoft merobak total dan kalau kita ingat hampir sama ketika Microsoft merobak total Windows 3.1 dan Windows 3.11 ke Windows 95 dan Windows NT.

Menurut Junita Leeman, Marketing Manager Microsoft Office Indonesia "Microsoft Office 2007 hadir dengan fasiltas yang disebut dengan Ribbon. Ribbon ini dimaksudkan untuk memudahkan pengguna menggunakan semua features yang ada di Office 2007 dengan one klik hingga waktu pengerjaan bisa dihemat dengan sangat berarti, demikian Junita menjelasakan salah satu kelebihan Microsoft Office 2007 yang akan diluncurkan tanggal 7 Desember 2006, yang secara general akan lounching tanggal 14 Februari 2007". Sedangkan di US sendiri rencananya awal tahun 2007", katanya.

Perubahan yang cukup signifikan dari Office 2007 ini antara lain User Interface. Coba perhatikan perubahan ini terlihat pada Word, Excel, dan PowerPoint. Pada aplikasi ini nyaris tidak terlihat menu-menu seperti versi sebelumnya. Di sini semua menu diganti dengan penampilan ikon yang inopatif dan informatif.

Dengan sedikit menu dan nyaris tidak terlihat sub menu ini akan memudahkan bagi pemakai. Beberapa Interface yang ada di Office 2007 yang dirombak secara total antara lain tombol-tombol menu, sehingga menu yang terdapat pada Office 2007 lebih transparan dan teratur sehingga mudah penggunaannya.

Menu dropdown yang ada pada versi sebelumnya kini hampir tidak ada, pada menu home misalnya, terdapat pilihan Clipboard, Font, Paragraph, Styles, dan Editing. Sedangkan untuk pilihan-pilihan yang tersedia berbentuk horizontal dan menggabungkan teks dan icon sehingga sangat mudah dan tidak perlu masuk dari menu ke sub menu.

Pada versi lama Menu File merupakan menu awal yang sangat berguna untuk melakukan setting awal, seperti untuk menentukan ukuran kertas, menyimpan file, mencetak file dan sebagainya. Pada Office 2007 menu tersebut berubah total. Menu File pada sebelumnya kini hadir dengan sebuah ikon lingkaran dengan logo Office yang terletak di pojok kiri atas. Ketika pemakai mengkliki ikon tersebut akan tampak pilihan-pilihan New, Open, Convert, Save, Save As, dan lain-lain.

Perubahan menu ini berlaku untuk semua keluarga Microsoft Office 2007. Jadi kalau Anda sudah membuka Microsoft Word 2007, maka ketika masuk ke aplikasi lainnya menu yang ditampilkan relatif hampir sama. Dengan demikian pemakai tidak akan kerepotan karena semua pilihan sudah bisa digunakan tanpa harus tersesat.

SmartArt

Pada Office 2007 terdapat sebuah tools yang cukup menarik bernama SmartArt. Tools ini terletak di menu insert dan grup pilihan Illustration. Kenapa diberinama SmartArt, karena tools bisa digunakan untuk memperindah pekerjaan dengan menampilkan berbagai macam diagram yang berbentuk graphic, baik dengan tipe 2D ataupun 3D. Sedikitnya terdapat 80 template yang bisa digunakan untuk memperindah pekerjaan Anda.

Penampilan PowerPoint juga berubah, dalam hal ini terdapat tools baru bernama Photo Album yang bisa ditemukan pada menu Insert dan grup pilihan Illustration. Dengan pilihan Photo Album ini pemakai bisa leluasa membuat slide presentasi dengan menampilkan foto-foto yang sudah masukkan ke komputer Anda.

Format File

Sudah diketahui keluarga Microsoft menyediakan berbagai format file. Namun pada versi sebelumnya belum terlihat format file PDF yang dibuat oleh Microsoft Office. Bisa namun harus menggunakan tambahan aplikasi dari keluarga Adobe Acrobat.

Pada Microsoft Office 2007, Microsoft sudah menyertakan fitur baru untuk menyimpan file dalam berbagai format termasuk format PDF dan XPS. Untuk bisa menggunakannya cukup pilih ikon lingkaran kemudian pilih Save As PDF or XPS. Jadi tidak perlu lagi menambahkan aplikasi lain untuk menyimpan file dalam format PDF tersebut.

Format file lainnya juga mengalami perubahan, sebagai contoh file berformat Word yang tadinya berakhiran DOC, Microroft Excel berakhir XLS, PowerPoint berakhir.PPT kini berganti dengan DOCX untuk Word, XLSX untuk Excel dan PPTX untuk PowerPoint.

Perubahan yang cukup berarti juga terdapat pada Microsoft Outlook 2007. Di mana Microsoft telah menambahkan sebuah kolom pada main window-nya. Kolom yang tadinya hanya tiga bagian sekarang menjadi empat bagian.

Tiga kolom yang sudah ada adalah kolom e-mail, alamat dari e-mail dan isi e-mail yang sedang dibuka. Kolom tambahan yang keempat adalah kolom To Do Bar, di mana kolom ini akan menampilkan kalender pada saat Outlook tersebut Anda buka yang di dalamnya akan terdapat appointment dan tasks yang sudah Anda tentukan sebelumnya.

Microsoft Access 2007 hampir berobah secara total, dimana berbagai penambahan baik interface maupun fitur dan fungsi pendukung lainnya. Ketika Anda mulai membuka aplikasi Access, pertama yang akan terlihat adalah interface yang sama sekali baru, berbeda dengan versi Office sebelumnya.

Pada window pertama Anda akan berhadapan dengan pilihan berbagai kategori template yang sudah tersedia, baik itu kategori template yang sudah terinstal di dalam komputer Anda maupun kategori template yang harus di-download terlebih dahulu. Jika Anda ingin membuat database sendiri pilih ka tegori template "Featuring" yang di dalamnya terdapat satu buah pilihan, yaitu Blank Database. Setelah itu Anda tinggal meneruskan untuk membuat database Acces untuk data-data Anda. Selain itu Microsoft Access 2007 juga mempunyai kemampuan untuk proses impor dan export data.

Selain aplikasi standar tersebut pada Microsoft Office 2007 ini juga dibundel Microsoft Publisher 2007 yang digunakan untuk keperluan desain majalah, buku, dan lain-lain. Hadir juga InfoPath 2007, OneNote 2007, Groove 2007 dan Coomunicator 2007. Aplikasi-aplikasi yang disebutkan terakhir ini merupakan tambahan yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan perkantoran modern saat ini.

Sebenarnya masih banyak fitur-fitur baru dari Microsoft Office 2007 ini. Namun demikian penilaian sesungguhnya terserah kepada Anda yang akan menggunakan aplikasi keluarag terbaru dari Microsoft Corporation ini.


Instanasi Active Directory Windows Server 2003

Microsoft Windows Server 2003 tidak akan bekerja maksimal apabila Active Directory belum diinstalasi. Semua yang berhubungan dengan services dan domain ada dalam Active Directory ini. Jadi apabila Anda tidak menginstalasi Active Directory berarti komputer Anda hanya dijadikan Workgroup saja. Kalau dijadikan Workgroup, maka Active Directory tidak perlu diinstalasi.

Active Directory hanya bisa diinstalasi apabila sudah terpasang kartu jaringan (NIC) yang baik dan benar serta harddisk harus diformat NTFS. Untuk itu Anda harus menginstalasi Microsoft Windows Server 2003 dalam format NTFS.

Untuk menginstal Active Directory Microsoft Windows Server 2003 banyak caranya, bisa dengan mengetikan DCPROMO dari RUN, bisa juga dengan memanfaatkan fasilitas Manager Your Server. Untuk itu Anda bisa melakukan cara yang paling mudah saja.

Instalasi Active Directory

Setelah selesai menginstalasi Microsoft Windows Server 2003 dan tidak ada kesalahan, langkah selanjutnya adalah menginstalasi Active Directory. Ada dua cara yang bisa Anda lakukan untuk menginstalasi Active Directory ini. Pertama dengan menuliskan atau mengetikkan DCPROMO dari tombol RUN atau bisa juga dengan memanfaatkan fasilitas Wizard yang disediakannya. Sebagai gambaran berikut akan dijelaskan prosedur yang harus Anda lakukan adalah sebagai berikut:

  1. Jendela konfigurasi Windows Server 2003 dalam keadaan tampil
  2. Pilih Add or remove a rool. Setelah Anda menekan tombol Add or remove a rool, komputer akan berkerja dan segera tampil tayangan berikutnya
  3. Klik tombol Next apabila Anda sudah membaca semua yang tampil pada jendela tersebut. Biarkan komputer bekerja sehingga akan tampil semua komponen yang sudah dan belum Anda instalasi sebelumnya
  4. Pilih Domain Control (Active Directory), karena sebelumnya Anda belum menyelesaikan pekerjaan tersebut. Setelah memilih Domain Control tadi klik Next untuk melanjutkan.
  5. Klik lagi Next. Setelah itu komputer kembali akan bekerja, kemudian pada saat tampil pernyataan Active Directory Instalation Wizard tampil klik OK untuk melanjutkan pekerjaan Anda. Kemudian komputer akan menampilkan kotak dialog Welcome to Active Directory Installation Wizard.
  6. Klik Next untuk melanjutkan. Microsoft Windows akan menampilkan kotak dialog Operating System Compatibility. Perhatikan kotak dialog tersebut dan jika sudah yakin klik Next untuk melanjutkan.
  7. Pada saat tampil kotak dialog Domain Control Type, lalu pilih Domain Controller for a New domain
  8. Klik Next untuk melanjutkan pekerjaan Anda. Kembali kotak dialog a Create a new domain tampil, Anda pilih Domain in a new Fores
  9. Klik Next lagi, kemudian pada kotak dialog New Domain Name, ketikkan nama Domain Anda, misalnya DATAKOM.COM
  10. Klik Next dan biarkan komputer bekerja dan jika tidak terjadi kesalahan atau bentrok, maka secara otomatis kotak dialog NetBIOS Domain Name akan terisi sama yaitu DATAKOM
  11. Klik lagi Next. Setelah itu komputer akan menampilkan kotak dialog Database and Log Folders untuk menyimpan data yandg berhubungan dengan Database dan Log tersebut.
  12. Klik Next untuk melanjutkan pekerjaan Anda. Kembali kotak dialog berikutnya bernama Shared System Volume akan tampil
  13. Dari kotak dioalog Shared System Volume di atas Anda klik Next untuk melanjutkan. Kotak dialog DNS Registration Diagnostics segera tampil, jika Anda akan membuatnya secara otomatis DNS untuk Server Anda, maka Anda pilih Install and configure the DNS on this computer
  14. Klik Next. Kemudian akan tampil pernyataan, apakah Server ini bisa digunakan oleh semua komputer berbasis Microsoft Windows 2000 dan 2003 ke bawah atau hanya Microsoft Windows 2000 dan 2003 saja. Dalam buku ini saya memilih agar semua komputer yang berbasis Windows 2003 ke bawah bisa join ke Server ini.
  15. Klik Next. Kotak dialog untuk menuliskan Password Directory Services Restore Mode Administrator Password segera tampil. Untuk itu Anda ketikkan Password Anda di kolom yang telah disediakan, misalnya datakom2005, ketikkan sekali lagi password yang tadi, datakom2005. Jika kurang jelas Anda klik Active Directory Help.
  16. Klik Next untuk melanjutkan.
  17. Directory Services Restore Mode Administrator Password, yaitu menuliskan Password Directory Services Restore Mode Administrator Password
  18. Klik lagi Next dan biarkan komputer bekerja. Di sini Anda bisa istirahat atau meninggalkan komputer untuk beberapa saat.
  19. Setelah Anda menekan tombol Finish komputer akan menampilkan dua pernyataan apakah komputer akan di Restart atau tidak. Pilih dan klik Restart dan biarkan komputer melakukan boot secara otomatis.
  20. Pada saat login Anda akan melihat perbedaan, di mana ketika sebelum Active Directory diinstalasi Anda tidak menemukan Domain, sedangkan setelah Active Directory diinstalasi, Domain yang Anda instalasi bernama DATAKOM akan tampil.
  21. Pada saat Login pertama kali dan Anda melakukan instalasi Active Directory dengan memanfaatkan fasilitas Add or remove a rool, maka komputer akan sedikit lambat dan akan tampil tayangan selanjutnya, lalu untuk menutupnya Anda klik Finish.

IP Address pada Server

Sebenarnya IP Address untuk Server ini ketika proses instalasi Active Directory ditanyakan apakah akan langsung diisi atau tidak. Jika belum diisi pada saat instalasi tersebut Anda harus mengisinya.

Tujuan IP Address adalah memberi alamat untuk sebuah server atau komputer dalam suatu jaringan. Secara sederhana agar komputer dalam jaringan dapat dikenali oleh semua client dan dirinya sendiri harus diberi alamat. Alamat inilah yang dimaksud dengan IP Address. IP Address adalah nomor tertentu yang nantinya dijadikan patokan untuk memberi alamat pada Client yang ada dalam suatu jaringan LAN berbasis Client Server ataupun Workgroup.

Masalah pemberian IP Address atau pemberian alamat ini tidak bisa sembarangan, apalagi bila komputer Anda dijadikan Web Server. Maka jelas IP Address tersebut tidak asal memberikan saja, harus disesuaikan dengan kebutuhan dan aturan-aturan yang ada. Dalam contoh ini saya memberi IP Address untuk Server saya bernama DATAKOM dengan nomor 192.168.53.1. Maka nomor lain untuk semua Client harus mengacu pada nomor ini, misalnya untuk Client harus mulai dari nomor 192.168.53.11 sampai 192.168.53.100 atau sesuai dengan jumlah komputer yang akan dikoneksikan ke jaringan. Untuk mengetahui lebih jauh mengenai IP Address dan TCP/IP Anda bisa membaca buku saya tentang IP Address dan TCP/IP.

Jika ada dua server atau lebih Anda bisa menggunakan Child Domain (CDC) atau Primery Domain (PDC). Bahkan apabila Anda menginginkan backup juga bisa ditambahkan Backup Domain Controller (BDC), namun yang terakhir tidak saya jelaskan dalam buku ini.

Kemudian kalau Anda akan memasang ada dua server yang segmennya berbeda, maka Anda harus memberi IP dua segmen, artinya server A dengan nomor misalnya 192.168.53.1 dan dalam group ini semua Client harus diawali dengan IP 192.168.53.xx. Sedangkan untuk server B bisa menggunakan nomor 192.168.10.1 atau disesuaikan dengan kebutuhan, maka jika demikian nomor IP untuk Client group ini harus diawali dengan IP nomor 192.168.10.xx. Sedangkan untuk Subnet mask-nya adalah 255.255.255.0. Untuk mengetahui mengenai golongan IP Address ini Anda bisa membacanya di bagian sebelumnya.

Lalu kalau Anda mau menggabungkan dua server yang berbeda segmen, maka salah satu server harus dijadikan Router. Caranya Anda tidak perlu membeli Router melainkan cukup menambah 1 (satu) lagi kartu jaringan atau NIC di salah satu Server yang ada, misalnya di Server A dengan IP disesuaikan dengan server yang dijadikan Router tersebut.

IP Address

Agar komputer Server Anda bisa dikenali, maka harus diberi alamat berupa IP Address. Prosedur yang harus Anda lakukan adalah sebagai berikut:

  1. Dari Desktop klik kanan mouse tepat di atas indikator LAN di sudu kanan layar Anda. Setelah itu akan tampil kotak dialog Local Area Connection Status. Atau Anda bisa masuk melalui tombol Start, lalu pilih Connect to dan pilih Show all connection. Setelah itu klik kanan tepat di atas Local Area Connection dan pilih Properties.
  2. Pilih dan klik Properties. Setelah itu akan tampil jendela Local Area Connection Properties akan tampil.
  3. Klik Show icon in taskbar when connected untuk menampilkan tanda Local Area Connection di taskbar
  4. Klik Internet Protocol (TCP/IP)
  5. Klik Properties. Setelah itu akan tampil kotak dialog Internet Protocol (TCP/IP) Properties
  6. Klik Use the following IP Address
  7. Ketikkan di kolom IP Address 192.168.53.1
  8. Klik tab di papan ketik
  9. Kolom Subnet mask tidak perlu Anda isi, dengan menekan tab Subnet mask 255.255.255.0 secara otomatis sudah terisi

Mengisi DNS Server

Untuk mengisi DNS services ini bisa langsung di tab General di kolom Preferred DNS server. Namun demikian Anda juga bisa menggunakan cara yang akan saya jelaskan berikut ini:

  1. Klik tab Advanced. Setelah itu akan tampil kotak dialog Advanced TCP/IP Setting
  2. Klik tab DNS
  3. Klik Add
  4. Ketikkan 192.168.53.2 pada kolom di bawah DNS server
  5. Klik Add
  6. Klik OK untuk menutup kotak dialog tersebut
  7. Klik OK
  8. Klik OK sekali lagi untuk menutup kotak dialog Local Area Connection Properties sekaligus menyimpan ketentuan seting yang telah Anda lakukan

Coba periksa apakah pekerjaan Anda telah sukses atau belum. Caranya ketikkan PING 192.168.53.1 dari RUN Anda harus mengonfigurasi dan memeriksa kartu jaringan (NIC) atau LAN Card, kabel dan lain-lain yang digunakan dalam komputer Anda. Sampai di sini penjelasan mengenai instalasi Active Directory ini. Keterangan dan settings yang berhubungan dengan Active Directory akan saya jelaskan di bagian selanjutnya.

Kamis, 13 November 2008

TELKOMNet Flexi up to 64 kbps

TELKOMNet Flexi up to 64 kbps adalah akses komunikasi ke internet gateway dengan mode data paket pada network TelkomFlexi. Akses ini melalui Packet Data Network (PDN) dengan kecepatan standar CDMA 2000-1x yang saat ini dibuka pada kecepatan efektif ( throughput ) antara 30 hingga 70 KBps.


Cara Akses
Agar Anda dapat mengakses TelkomNet@Flexi, lakukan setting dial sebagai berikut :

No Dial : #777
Username : telkomnet@flexi
Password : telkom
Setting Command
Untuk akses paket data TelkomNet@Flexi, perlu diperhatikan agar AT Command String (Extra Initialization Command) modem pada terminal yang digunakan harus disetting : AT + CRM = 1. Default setting AT Command String adalah AT + CRM = 0 yang berarti akses mode data sirkit, bila default setting ini tidak diubah, akan berdampak pada perhitungan biaya akses. Berikut ini adalah cara setting command pada Microsoft Windows :

Control Panel > Phone and Modem Options > Modems > Pilih Modem > Properties > Advanced > Extra Setting

Kontrol Penggunaan Pulsa Internet GSM & CDMA dengan NetCost 5

Kontrol Penggunaan Pulsa Internet GSM & CDMA dengan NetCost 5

Downlod Net Cost Disini:

Menggunakan handphone atau usb modem sebagai sarana koneksi menjadi salah satu alternatif yang saat ini mulai banyak digunakan. Salah satu alasannya adalah fleksibilitas, kita bisa melakukan koneksi dimanapun kita berada dengan laptop, asal sinyal operator GSM atau CDMA kita lancar.

Tapi ada hal penting yang harus selalu kita perhatikan, yaitu pulsa yang kita habiskan untuk melakukan koneksi internet tersebut. Kalau hal ini tidak kita perhatian tentu kita akan tekor karena tagihan bulanan melonjak, atau tiba-tiba koneksi terputus karena pulsa prabayar kita habis. Nah, kalau sudah begini, bisa mengganggu pekerjaan kita dong.

Ada satu aplikasi untuk PC yaitu NetCost 5 yang dapat membantu kita dalam mengatur dan mengontrol penggunaan pulsa GSM atau CDMA kita, minimal kita bisa mengetahui berapa rupiah yang kita habiskan selama kita berpetualang di dunia maya, dan juga membatasi penggunaan pulsa kita tersebut.

Langkah pertama, install aplikasi yang telah didownload tadi di PC atau laptop. Kemudian jalankan aplikasi tersebut, dan pilih ‘Connection Manager’ pada menu ‘File’.

Langkah kedua, pilih ‘New Connection’ (jika koneksi yang biasa anda gunakan tidak ada di dalam daftar Connection). Sebaliknya jika koneksi sudah ada, sorot koneksi yang digunakan kemudian pilih ‘Edit’.

Langkah ketiga, pilih ‘Properties’ untuk melihat seting koneksi internet apakah sudah benar.

Langkah keempat, setelah yakin seting koneksi internet benar sekarang saatnya mengatur tarif dengan memilih ‘Tariff plan Manager’. Kemudian pilih ‘Create New’ untuk membuat aturan penghitungan tarif yang baru.

Langkah kelima, pada tab ‘Tariff plan info’ isi kolom ‘Provider’ dengan nama koneksi yang kita gunakan, kemudian pilih ‘Charge per second’ untuk koneksi dengan ‘Time Base’ atau ‘Charge per KB transferred’ untuk koneksi dengan ‘Volume Base’. Sebagai contoh di sini saya menggunakan ‘Volume Base’

Untuk penentuan jenis mata uang kita pilih satu satu (mengingat mata uang Rp tidak tersedia, pilih saja UERO karena untuk mata uang lain kita harus memperhitungkan kurs yang selalu berubah).

Masuk ke tab ‘Days’, di sini kita akan menentukan perhitungan tarif perhari (jika tarif setiap harinya adalah sama alias tidak ada promo pada hari-hari tertentu, maka kita isikan sama untuk perhitungan per harinya), di sini saya menggunakan tarif dari Starone sebesar 50 rupiah (EURO dengan pilihan sebelumnya) per menit (60 detik).

Setelah kita seting tarif perhitungan tadi, kemudian simpan seting ini.

Langkah keenam, menentukan limit penggunaan pulsa kita bisa mengaturnya melalui menu ‘View’ kemudian ‘Setting’ pada aplikasi NetCost 5.

Pilih tab ‘Cost warning level’, di sini kita menentukan warning atau peringatan atas penggunaan pulsa kita. Yellow level adalah batasan tengah, di sini saya isikan 1000 (nilai di sini adalah 1000 rupiah), kemudian Red level adalah limit atau batas maksimal penggunaan pulsa, di sini saya isikan 2000 (nilai di sini adalah 2000 rupiah). Untuk masing-masing level akan memberikan peringatan suara kepada kita yang tentu saja akan membantu kita jika pulsa yang terpakai sudah mendekati limit, jadi kita bisa bersiap-siap untuk mengakhiri koneksi internet. Selesai sudah seting NetCost 5.

Untuk memulainya kita bisa melakukan koneksi melalui NetCost 5 ini, dengan memilih menu ‘File’, kemudian ‘Connect’ lalu pilih koneksi yang kita gunakan.

ika koneksi berhasil dijalankan, maka NetCost 5 akan mulai menghitung dan menunjukkan penggunaan pulsa kita.

Bersamaan dengan berakhirnya koneksi, maka NetCost kembali akan menampilkan total pemakaian koneksi internet kita.






Senin, 06 Oktober 2008

Pendaftaran Website ke Search Engine

Pendaftaran website ke search engine adalah sebuah langkah agar website Anda diindex dalam database search engine besar dunia sehingga bisa ditampilkan pada hasil pencarian melalui mesin pencarian (search engine). Dalam melakukan pendaftaran atau listing, ada beberapa search engine utama yang perlu Anda daftarkan antara lain:

  • Google http://www.google.com/addurl
  • Yahoo http://search.yahoo.com/info/submit.html
  • MSN http://beta.search.msn.com/docs/submit.aspx
  • Dmoz http://www.dmoz.org/add.html
Sealin itu anda dapat mendaftarkan website Anda bisnis anda pada web direktori sebagai sebuah jasa men-submit website / “URL Submission” seperti:
  1. http://www.submitexpress.com/submit.html
  2. http://www.addme.com
  3. http://www.addpro.com
  4. http://www.freewebsubmission.com

Selain itu anda bisa mendaftarkan website anda ke web direktori Indonesia : http://www.indocenter.com/reg.php

Tujuannya adalah agar website bisnis Anda dimunculkan pada search engine setiap orang mengetikan kata kunci pencarian yang sesuai dengan jenis bisnis Anda.

Hal yang sangat penting yang anda lakukan untuk mendapatkan posisi tinggi pada search engine adalah :

  • Membuat Title, Metatags, dan Description yang sesuai dengan jenis bisnis Anda dan memuat kata kunci.
  • Membuat isi website yang kaya akan kata kunci sesuai dengan jenis bisnis Anda
  • Membuat Back Link sebanyak-banyaknya dari website bisnis lainnya yang sama jenisnya atau website bisnis yang menyediakan produk pelengkap untuk bisnis Anda.

Saat ini Google sebagai search engine default masih merupakan directory yang paling ramai, ditambah Yahoo!. Tetapi ada hal yang menarik. AOL, Altavista , Netscape, dan Lycos, jika digabung mengusai 40,5% dari pengguna search engine di seluruh dunia. Keempat search engine ini memakai database dari Open Directory Project (ODP). Jadi akan sangat menguntungkan jika website Anda juga terdaftar di ODP (www.dmoz.org). Direktori lainnya yang juga harus diperhatikan adalah Looksmart. Database Looksmart dipakai sebagai main result di MSN , Altavista, Excite, dan iWon. Tetapi Anda harus mengeluarkan uang sebesar $US 149 untuk bisa terdaftar di LookSmart Network.

Selasa, 12 Agustus 2008

FATCH MAIL APLIKASI PENTING DALAM MAIL

Berikut adalah komponen yang dibutuhkan untuk melakukan
setup Email Server secara lengkap :

1. SMTP (Simple Mail Transfer Protocol) Server, digunakan untuk mengirim email baik dari dalam (internal) keluar (eksternal) maupun sebaliknya. Bisa menggunakan Postfix, QMail, Exim, Sendmail dan lain-lain.

2. POP (Post Office Protocol) Server, biasanya menggunakan POP3, digunakan untuk proses penyimpanan email yang nantinya akan diambil oleh email client.

3. IMAP (Internet Message Access Protocol), protokol yang memperbolehkan pengambilan email tanpa harus didownload ke email client. Contoh penggunaan IMAP yang paling sering adalah akses web mail.

4. Fetchmail, Aplikasi yang digunakan untuk mengambil email dari server lain dan mendistribusikannya kepada member email server internal

5. Procmail, aplikasi untuk mendistribusikan email kepada member yang sesuai. Untuk setting standar, fungsi Procmail sudah disediakan oleh Fetchmail

6. Aplikasi tambahan, misalnya antivirus (KlamaV, Amavisd), Anti spam (SpamAssasin, Maia MailGuard, TMDA) dan lain-lain.

Saat saya melakukan setting email server lk 1 tahun yang lalu-Juni 2006, pencarian dokumentasi Fetchmail cukup memusingkan karena contoh yang digunakan kerapkali tidak sesuai dengan yang ada pada distro terkini. Berikut adalah langkah-langkah untuk menjadikan Fetchmail berfungsi pada distro OpenSuSE dan keluarga SuSE lainnya. Saya sudah mencoba pada OpenSuSE 10.0, 10.1, 10.2, SLED dan SLES. Bagi rekan-rekan yang menggunakan distro lain, silakan disesuaikan.

Setup Fetchmail
1. Install Fetchmail
Aplikasi Fetchmail sudah disertakan pada CD / DVD SuSE. Kita bisa menggunakan yast untuk menginstalasinya. Jika menggunakan konsole, ketikkan perintah berikut :

yast -i fetchmail

2. Ubah konfigurasi fetchmail
Konfigurasi fetchmail disimpan pada home directory user dengan nama .fetchmailrc. Jika masuk sebagai root, file .fetchmailrc disimpan pada /root, sedangkan jika masuk sebagai user biasa, file .fetchmailrc disimpan pada /home/namauser. File ini merupakan tipe dot file, yang artinya merupakan file hidden dilingkungan Linux. Jika menggunakan Konqueror untuk mencari file ini, aktifkan pilihan "View | Show Hidden Files".

Berikut adalah 2 contoh konfigurasi Fetchmail, silakan copy paste jika takut salah.

### SETTING UNTUK DOMAINPOP ###

set no bouncemail
set postmaster postmaster@vavai.co.id
poll mail.vavai.co.id with protocol POP3, with options
localdomains vavai.co.id
no dns
envelope "Envelope-to"
user "domainpop@vavai.co.id" there with password "domainpop" is *
here
with options rewrite mimedecode fetchall
pass8bits
### SETTING UNTUK MULTIPOP ###

poll mail.vavai.co.id with protocol POP3, with options
localdomains vavai.co.id
no dns
envelope "Envelope-to"
user "vavai@vavai.co.id" there with password "mypswd" is vavai
here
with options rewrite mimedecode fetchall
pass8bits
Sesuaikan nama email server hosting, nama user dan passwordnya.

Untuk menjalankan fetchmail, kita tinggal mengetikkannya pada konsole dengan perintah,

fetchmail

sedangkan untuk mengeset agar selalu jalan tiap 5 menit, kita bisa mengetik perintah :

fetchmail --daemon 300

Kita bisa menggunakan fetchmailconf untuk melakukan konfigurasi fetchmail menggunakan model GUI sederhana, namun saya lebih menyarankan penggunaan webmin untuk melakukan perubahan atau ubah langsung melalui file .fetchmailrc. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah opsi envelope "Envelope-to" karena sebagian email server ISP memiliki konfigurasi macam-macam untuk alamat yang harus diparsing, misalnya delivered-to. Pengalaman saya, penggunaan envelope "Envelope-to" dapat berlaku standar untuk sebagian besar email server ISP.